LokalStore88 Rabu,7 Oktober 2026.
Di balik hak pensiun yang dibayarkan tepat waktu, ada kerja yang "sering tidak terlihat" — begitu digambarkan Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Fary Djemy Franscis, saat menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan perusahaan itu. Kata dia, kepastian yang dinikmati jutaan keluarga peserta lahir dari ketelitian, koordinasi, dan pengabdian yang jarang tampak dari luar. Pernyataan sederhana itu sebenarnya merangkum inti ajang yang baru saja digelar TASPEN: forum besar soal tata kelola, risiko, dan kepatuhan. Bukan sekadar seremoni tahunan, forum ini menjadi panggung bagi BUMN penyelola dana pensiun ASN untuk menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya bisa dijaga lewat disiplin yang tidak pernah berhenti.
Ajang tersebut bernama TASPEN GRC Insight Forum (TGIF) 2026, digelar di Jakarta pada Selasa (06/10/2026). GRC sendiri adalah singkatan dari Governance, Risk, and Compliance — tiga pilar yang menopang keberlanjutan bisnis: bagaimana perusahaan diatur, bagaimana risikonya dikelola, dan bagaimana aturan dipatuhi. Tema yang diusung tahun ini berbunyi Empowering Sustainable Growth Through Integrity, Resilience, and Proactive Collaboration. Secara sederhana, TASPEN ingin menegaskan bahwa pertumbuhan yang sehat tidak bisa dilepaskan dari integritas, ketahanan, dan kemauan berkolaborasi secara proaktif.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Bintang Tamu dari Danantara sampai Ahli Hukum
Forum ini mempertemukan jajaran TASPEN dengan pakar lintas disiplin. Sebagai keynote speaker hadir Riko Banardi, Managing Director Risk Management PT Danantara Asset Management. Sesi berikutnya menampilkan dua nama berpengalaman di bidangnya: Dr. Yunus Husein, S.H., LL.M., pakar anti-pencucian uang dan kejahatan keuangan, serta Dr. Hendry Julian Noor, S.H., M.Kn., ahli hukum korporasi dan tata kelola. Perpaduan tiga sudut pandang ini memberi peserta gambaran yang utuh, mulai dari pengelolaan risiko korporasi, risiko kejahatan keuangan, hingga kerangka hukum yang menjadi pagar bisnis.
Skala keikutsertaan pesertanya juga tidak main-main. Dewan Komisaris dan Direksi TASPEN hadir bersama direksi anak perusahaan, pimpinan unit kerja Kantor Pusat, para Branch Manager, hingga insan TASPEN dari berbagai wilayah Indonesia. Forum diikuti secara luring sekaligus daring, sehingga karyawan di daerah tetap bisa menyimak tanpa harus berada di Jakarta. Sisi inklusif turut disentuh lewat dukungan Juru Bahasa Isyarat pada siaran YouTube resmi perusahaan. Detail sekecil ini menandakan pesan tata kelola sengaja dibuat mudah dijangkau siapa pun.
Mengapa Penguatan GRC Diprioritaskan Sekarang?
Jawabannya ada pada dinamika bisnis yang makin cepat berubah. Percepatan digitalisasi menuntut layanan yang makin efisien, namun sekaligus membuka pintu risiko baru yang lebih canggih. Pada saat yang sama, transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan tata kelola yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam konteks itulah TGIF diposisikan sebagai forum strategis untuk mempertajam pemahaman seluruh insan TASPEN dan para pemangku kepentingan. Pesannya jelas: GRC bukan beban administratif, melainkan fondasi untuk menangkap peluang dan menjaga ketahanan bisnis.
Pesan utama Komisaris Utama Fary Djemy Franscis memperkuat benang merah tersebut. Menurutnya, penguatan GRC harus diikuti kemampuan organisasi untuk terus belajar dan melakukan perbaikan. Ia pun menyampaikan apresiasi yang menyentuh: "Di balik hak peserta yang dibayarkan tepat waktu, ada ketelitian, koordinasi, dan pengabdian yang sering tidak terlihat. Terima kasih, karena Bapak dan Ibu Insan TASPEN telah menghadirkan kepastian bagi jutaan keluarga." Bagi Fary, ungkapan itu bukan basa-basi, melainkan pengingat bahwa organisasi yang adaptif dibangun di atas amanah yang dijaga setiap hari.
Konteks sebagai penyelola program pensiun dan jaminan sosial ASN membuat kewajiban TASPEN terasa berbeda dari BUMN pada umumnya. Perusahaan ini menyebut dirinya Center of Excellence dalam pengelolaan program pensiun dan jaminan sosial ASN. Dana yang dikelola bukan sekadar modal usaha, melainkan penopang hidup jutaan pegawai negeri yang akan memasuki masa tua. Salah bayar, kebocoran, atau penyimpangan sekecil apa pun berpotensi menggerus kepercayaan yang telah lama dibangun. Karena itu, disiplin tata kelola di sektor ini bukan pilihan, melainkan syarat utama untuk tetap dipercaya.
Skor 99,191 dan Sertifikasi ISO Terbaru
Komitmen tata kelola TASPEN bukan tanpa bukti. Perusahaan kembali meraih predikat Most Trusted Company dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI), penghargaan yang menilai persepsi tata kelola korporasi. Pada asesmen Good Corporate Governance, TASPEN mencatatkan skor 99,191 dengan predikat sangat baik. Angka yang mendekati sempurna itu memperlihatkan penilaian positif di hampir semua aspek pemeriksaan, mulai dari mekanisme pengawasan hingga transparansi pelaporan.
Capaian lain datang dari GRC Maturity Assessment, tempat TASPEN berada di level Proactive. Istilah ini penting dipahami: organisasi pada tingkat proaktif tidak sekadar memadamkan masalah setelah terjadi, tetapi sudah memetakan risiko dan menyiapkan langkah antisipasi lebih awal. Kematangan seperti itu mencerminkan pengelolaan risiko dan tata kelola yang lebih terstruktur. Artinya, praktik GRC telah menyatu dalam rutinitas kerja sehari-hari, bukan berhenti sebagai dokumen kebijakan yang tersimpan rapi di lemari.
Prestasi paling baru terjadi pada 2026, ketika TASPEN menjalani resertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan sekaligus meningkatkan standar dari ISO 37001:2016 ke ISO 37001:2025. Perusahaan menyebut dirinya termasuk yang paling awal menyelesaikan transisi standar tersebut. Langkah ini menegaskan keseriusan memperkuat sistem pencegahan penyuapan, salah satu area yang paling berisiko merusak reputasi lembaga keuangan. Di samping itu, TASPEN juga terus memperkuat penerapan berbagai standar internasional lainnya sebagai pagar kualitas tata kelolanya.
Sejalan dengan Agenda Tata Kelola Nasional
Upaya ini dibingkai dalam agenda yang lebih besar. TASPEN menegaskan langkahnya sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik, serta dorongan transformasi dan penguatan peran BUMN dalam pembangunan nasional. Bagi pembaca awam, urusan GRC mungkin terdengar jauh dari keseharian. Padahal dampaknya sangat dekat: ketepatan pembayaran pensiun, keamanan layanan peserta, hingga kesehatan dana dalam jangka panjang semuanya bergantung pada disiplin tata kelola yang dibicarakan di forum ini.
Pada akhirnya, TGIF 2026 menjadi pengingat bahwa tata kelola yang baik adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai. Forum ini menegaskan arah yang ingin ditempuh TASPEN: membangun organisasi yang adaptif dan terpercaya dengan integritas, ketahanan bisnis, serta kolaborasi proaktif sebagai tiang penyangganya. Skor 99,191, predikat Proactive, dan sertifikasi ISO terbaru adalah modal berharga, tetapi bukan garis finis. Ujian sesungguhnya ada pada konsistensi menerapkan prinsip itu di setiap unit kerja, dari Kantor Pusat hingga cabang di daerah, agar kepastian bagi jutaan keluarga peserta tetap terjaga di tengah perubahan yang terus berlangsung.
Sumber: Liputan6 Bisnis
Kabar soal tata kelola, dana pensiun, dan dunia BUMN seperti ini memang jarang jadi headline, padahal dampaknya nyata buat banyak orang. Biar tidak ketinggalan update berita berikutnya, yuk terus pantau kanal resmi LapakStore88. Cukup ikuti dan aktifkan notifikasinya, biar kabar penting selalu nyampe duluan ke kamu.
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: TASPEN, TGIF 2026, TASPEN GRC Insight Forum, tata kelola BUMN, GRC, ISO 37001, dana pensiun ASN, Danantara
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367130/original/026794400_1791299792-WhatsApp_Image_2026-10-06_at_18.22.07.jpeg)
0 Komentar