Pasar Baru Disiapkan Jadi Wajah Baru Jakarta, Terhubung MRT hingga Kota Tua

Pasar Baru Disiapkan Jadi Wajah Baru Jakarta, Terhubung MRT hingga Kota Tua

LokalStore88 Rabu,7 Oktober 2026.

Bayangkan Pasar Baru yang biasanya ramai sejak pagi lalu perlahan sepi menjelang malam, kini tetap berpendar hingga dini hari. Itulah gambaran yang sedang disiapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang ingin mengubah kawasan belanja legendaris itu menjadi destinasi wisata yang beroperasi penuh selama 24 jam. Gagasan ini bukan sekadar wacana iseng, melainkan bagian dari rencana besar penataan wajah ibu kota setelah proyek Transformasi Blok M Fase Ultimate rampung. Bagi warga Jakarta, rencana ini bisa jadi pertanda bahwa kawasan lama yang selama ini dianggap sekadar tempat belanja bisa disulap menjadi ruang publik yang hidup kapan saja.

Kawasan yang Tak Pernah Tidur

Dalam peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Pramono membayangkan Pasar Baru tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan. Ia ingin kawasan itu menjadi tempat yang tetap menarik dikunjungi siang maupun malam, layaknya kawasan wisata modern di kota-kota besar dunia. Konsep 24 jam ini menjadi salah satu pilar penting dalam visi penataan Jakarta yang lebih terintegrasi. Dengan begitu, Pasar Baru diharapkan bukan cuma jadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang untuk jalan-jalan, kuliner, dan menikmati suasana kota.

🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Menghubungkan Pasar Baru dengan MRT

Agar kawasan itu mudah dijangkau, Pramono menyiapkan koneksi langsung dengan jaringan MRT. Ia membayangkan pintu keluar Stasiun MRT di kawasan Harmoni akan disambungkan ke Pasar Baru, sehingga pengunjung bisa berpindah dari kereta ke area belanja tanpa hambatan berarti. Gagasan ini penting karena akses transportasi publik yang nyaman kerap jadi kunci hidupnya sebuah kawasan wisata. Jika terwujud, wisatawan tak perlu lagi bergantung pada kendaraan pribadi yang membuat kawasan padat. Konektivitas semacam ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong warga beralih ke transportasi umum.

Mimpi Ala Myeongdong di Jakarta

Pramono bahkan menyebut Pasar Baru bisa menjadi Myeongdong-nya Jakarta, merujuk pada kawasan wisata terkenal di Seoul, Korea Selatan. Myeongdong dikenal sebagai pusat belanja dan kuliner yang ramai hingga malam, dengan deretan toko, kios, dan jajanan kaki lima yang memikat wisatawan. Perbandingan ini menunjukkan ambisi besar untuk mengangkat citra kawasan lokal ke level internasional. Tentu bukan perkara mudah meniru kesuksesan sebuah kawasan wisata global, karena butuh penataan serius, keamanan, kebersihan, dan daya tarik yang konsisten. Namun setidaknya arah angin sudah terlihat jelas: Pasar Baru ingin tampil lebih modern tanpa kehilangan identitasnya.

Pasar Baru Disiapkan Jadi Wajah Baru Jakarta, Terhubung MRT hingga Kota Tua (2)
Foto: Liputan6 News

Menata dari Glodok sampai Kota Tua

Rencana penataan tidak berhenti di Pasar Baru. Pramono menyebut kawasan Glodok Pecinan juga akan dibenahi wajahnya, menyambung dari Pasar Baru yang berada tak jauh dari sana. Dari Glodok, penataan diarahkan hingga berujung di Kota Tua, kawasan bersejarah yang selama ini jadi ikon wisata Jakarta. Menurutnya, rangkaian kawasan ini bakal membuat wajah kota semakin tertata dan menarik. Ia pun berharap hasil akhirnya membuat Jakarta tampak lebih rapi dan bersahabat bagi siapa saja yang datang. Jika berjalan mulus, koridor wisata ini bisa menjadi jalur panjang yang menawarkan pengalaman berbeda dalam satu perjalanan.

Belajar dari Transformasi Blok M

Gagasan Pasar Baru ini muncul tak lepas dari pengalaman penataan Blok M yang lebih dulu disiapkan. Pramono mengaku sempat ragu apakah perubahan besar di Blok M akan menghilangkan karakter khas kawasan yang lekat sebagai tempat berkumpul anak muda. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah semangat dan identitas Blok M tidak boleh pudar meski bangunannya dibenahi. Menurutnya, Blok M bahkan sudah menunjukkan geliat sebelum penataan besar dilakukan. Dari situ, ia belajar bahwa pembangunan harus tetap menghormati watak asli sebuah kawasan.

Dalam konsep fase ultimate, Pramono memperkirakan ruang kawasan Blok M bisa membesar hingga sepuluh kali lipat dari kondisi sekarang, sementara ruang publiknya bertambah sekitar lima kali. Angka itu menunjukkan skala perubahan yang cukup besar, bukan sekadar renovasi kecil-kecilan. Ia yakin, jika konsep desain dijalankan sesuai harapan, Blok M akan jadi contoh bagaimana kota tumbuh tanpa kehilangan jiwanya. Pembenahan Blok M ini pun disebut sebagai kelanjutan dari penataan kawasan Rasuna Said yang dinilai kini relatif lebih tertata. Pola yang sama sepertinya ingin diterapkan ke Pasar Baru dan sekitarnya.

Pasar Baru Disiapkan Jadi Wajah Baru Jakarta, Terhubung MRT hingga Kota Tua (3)
Foto: Liputan6 News

Ditopang Proyek Transportasi Publik

Semua rencana penataan kawasan itu akan ditopang pengembangan transportasi publik yang sedang berjalan. Pramono menyebut pada 2029 mendatang sejumlah proyek ditargetkan rampung, mulai dari jaringan MRT Utara-Selatan hingga LRT Kelapa Gading-Dukuh Atas. Selain itu, pedestrian deck di Dukuh Atas, extended concourse di Bundaran HI, dan penataan Taman Semanggi juga diharapkan sudah selesai. Dengan begitu, konektivitas antar kawasan bakal jauh lebih baik, memudahkan orang berpindah dari satu titik ke titik lain. Ketersediaan akses ini menjadi fondasi penting agar ide kawasan 24 jam tidak berhenti sebagai mimpi.

Bagi warga Jakarta, rangkaian proyek ini menjanjikan pengalaman beraktivitas yang lebih nyaman di ruang publik. Kawasan yang tertata dan mudah dijangkau membuat orang lebih betah menghabiskan waktu, berbelanja, atau sekadar menikmati suasana. Dampaknya bisa merembet ke sektor ekonomi, misalnya munculnya lebih banyak pelaku usaha kecil yang mengandalkan kunjungan wisatawan. Bila konektivitas antarkawasan membaik, aliran pengunjung dari satu titik ke titik lain berpotensi saling menguatkan. Inilah yang membuat penataan kawasan bukan sekadar soal estetika, melainkan juga soal penghidupan warga.

Harapan dan Tantangannya

Pramono berharap seluruh proyek itu pada akhirnya membentuk wajah Jakarta yang lebih terintegrasi, nyaman, dan bersahabat. Ia membayangkan kota ini tampil lebih ceria, dengan kawasan-kawasan baru yang hidup seperti Blok M. Namun jalan menuju sana tentu tak mulus begitu saja, karena butuh koordinasi lintas sektor, pembebasan lahan, serta kesabaran menunggu proyek infrastruktur selesai. Warga pun berharap pembangunan tidak mengusir pedagang lama yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup di sana. Tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian karakter khas tiap kawasan.

Sejauh ini, belum ada rincian teknis maupun jadwal pasti kapan Pasar Baru mulai ditata secara menyeluruh. Yang jelas, gagasan itu sudah masuk dalam peta besar penataan kota bersama sejumlah kawasan lain. Publik tentu menantikan bagaimana rencana ini diterjemahkan dari konsep menjadi kenyataan di lapangan. Jika berhasil, Pasar Baru bisa jadi contoh bagaimana kawasan lama berbenah tanpa tercerabut dari akar sejarahnya. Dan Jakarta pun berpeluang punya wajah baru yang lebih memikat, baik bagi warganya sendiri maupun bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Sumber: Liputan6 News

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan penataan kota dan berita-berita penting lainnya, jangan sampai ketinggalan update terbaru dari LapakStore88. Gabung dan pantau terus kanal resminya, supaya kamu selalu jadi yang pertama tahu setiap kabar segar yang kami sajikan.

📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Pasar Baru Jakarta, Pramono Anung, penataan Kota Tua, MRT Harmoni, Glodok Pecinan, kawasan 24 jam Jakarta, transformasi Blok M, wisata Jakarta

#LapakStore88

Posting Komentar

0 Komentar