LokalStore88 Rabu,7 Oktober 2026.
Penyakit ginjal diprediksi akan terus meningkat jumlah penderitanya di masa mendatang. Angka ini bukan sekadar statistik, karena ginjal adalah organ vital yang menentukan kualitas hidup seseorang hingga usia senja. National Kidney Foundation Indonesia (NKF Indonesia) pun menilai bahwa edukasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terlambat menyadari pentingnya menjaga ginjal. Sebagian besar penyakit ginjal sebenarnya bisa dicegah atau diperlambat perkembangannya asalkan faktor risikonya dikenali dan dikendalikan sejak awal.
Sayangnya, kesadaran masyarakat masih rendah. Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ginjal ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Padahal, ginjal yang rusak tidak bisa pulih seperti semula. Inilah yang membuat edukasi sejak dini menjadi sangat krusial, bukan hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk semua kelompok usia. NKF Indonesia menyoroti perlunya informasi yang masif agar masyarakat tergerak memperbaiki pola hidup dan melakukan deteksi dini.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Mengapa Ginjal Kerap Terabaikan?
Ginjal sering disebut sebagai organ yang diam-diam bekerja keras. Ia menyaring racun, mengatur keseimbangan cairan, dan menjaga tekanan darah. Namun, karena tidak ada gejala awal yang mencolok, banyak orang mengabaikan kesehatan ginjal. Ketua Umum NKF Indonesia, Komjen Pol. (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H., menegaskan bahwa ginjal adalah organ yang sangat penting dan harus dirawat agar kita bisa bertahan sampai usia tua. Pesan ini menjadi pengingat bahwa menjaga ginjal sama pentingnya dengan menjaga jantung atau paru-paru.
Menurut Suhardi, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai faktor risiko dan cara menjaga kesehatan ginjal. Dengan pengetahuan tersebut, mereka diharapkan dapat memperbaiki pola hidup, melakukan deteksi dini, dan segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan. Ia juga menekankan bahwa pembangunan kesehatan sebenarnya bisa dilakukan melalui pencegahan. Artinya, banyak hal yang bisa dikerjakan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Dalam kunjungannya ke SCTV Tower, Rabu (7/10/2026), Suhardi menyampaikan bahwa informasi mengenai kesehatan ginjal harus disampaikan secara luas. Ia tidak ingin masyarakat baru menyadari pentingnya menjaga ginjal ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Edukasi mengenai pencegahan juga diharapkan mendorong masyarakat memperbaiki pola hidup dan asupan sehari-hari. "Dengan masifnya informasi, masyarakat sadar bahwa banyak hal-hal yang bisa kita kerjakan," pesannya.
Meluruskan Mitos Seputar Hipertensi dan Ginjal
Salah satu edukasi yang perlu diperkuat adalah meluruskan mitos kesehatan yang masih beredar di masyarakat. Banyak orang percaya bahwa konsumsi obat hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Anggapan ini keliru dan justru bisa berbahaya jika membuat penderita hipertensi enggan minum obat. Anggota Dewan Pembina NKF Indonesia, Prof. Dr. dr. Aida Lydia, Sp.PD-KGH, Ph.D, dengan tegas menyatakan bahwa tidak benar konsumsi obat hipertensi membuat gagal ginjal.
"Yang merusak ginjal bukan obat hipertensinya, tetapi hipertensinya itu sendiri," ujar Prof Aida. Ia menjelaskan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol justru menjadi salah satu penyebab utama kerusakan ginjal. Dengan mengontrol tekanan darah secara teratur, seseorang sudah berarti menjaga kesehatan ginjal. Pesan ini penting agar pasien hipertensi tidak salah kaprah dan tetap patuh pada pengobatan yang diresepkan dokter.
Mitos seperti ini memang kerap menyesatkan. Di media sosial, informasi yang salah bisa menyebar lebih cepat daripada fakta. Karena itu, NKF Indonesia menekankan pentingnya literasi kesehatan yang benar. Masyarakat diajak untuk bertanya kepada tenaga kesehatan dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya. Edukasi yang tepat akan menyelamatkan banyak ginjal dari kerusakan yang tidak perlu.
Peran Media dan Kolaborasi Lintas Sektor
Melihat pentingnya edukasi kesehatan ginjal, NKF Indonesia berharap dapat berkolaborasi dengan media untuk memperluas informasi. Media memiliki jangkauan luas dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dengan kerja sama ini, pesan-pesan kesehatan ginjal bisa tersampaikan secara konsisten dan menarik. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena masalah ginjal tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Di kesempatan yang sama, Presiden Director EMC Healthcare, Jusup Halimi, menyambut baik kunjungan NKF Indonesia dan menyatakan dukungannya terhadap upaya edukasi mengenai kesehatan ginjal. Ia mengatakan bahwa EMC Healthcare selalu ingin berpartisipasi dalam konteks edukasi, pengobatan, dan operasi pada pasien penyakit ginjal. Dukungan dari rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan ini menunjukkan bahwa edukasi bukan hanya tanggung jawab organisasi nirlaba, tetapi juga industri kesehatan secara keseluruhan.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran informasi yang akurat. Pasien dan masyarakat umum bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan. Dengan begitu, angka kejadian penyakit ginjal tahap lanjut bisa ditekan. Upaya bersama ini juga menjadi contoh bagaimana berbagai pihak bisa bersinergi untuk tujuan kesehatan publik.
Dampak bagi Masyarakat dan Langkah ke Depan
Bagi masyarakat, pesan dari NKF Indonesia ini seharusnya menjadi alarm untuk lebih peduli pada kesehatan ginjal. Perubahan kecil seperti mengurangi konsumsi garam, minum air yang cukup, dan rutin memeriksa tekanan darah bisa memberi dampak besar. Deteksi dini melalui tes urine dan darah juga tidak mahal dan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat. Semakin cepat faktor risiko diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah penyakit berkembang.
Penderita hipertensi dan diabetes menjadi kelompok yang paling perlu waspada. Kedua kondisi ini adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis. Dengan mengontrol tekanan darah dan gula darah, mereka bisa memperlambat laju kerusakan ginjal. Edukasi yang berkelanjutan akan membantu mereka memahami pentingnya kepatuhan pada pengobatan dan gaya hidup sehat. Jangan sampai mitos yang salah membuat mereka mengambil keputusan yang merugikan.
Selain itu, peran keluarga dan lingkungan juga tidak kalah penting. Dukungan dari orang terdekat bisa membuat seseorang lebih disiplin dalam menjalani pola hidup sehat. Kampanye kesehatan ginjal perlu menyentuh level komunitas, bukan hanya individu. Dengan begitu, pesan-pesan pencegahan bisa menjadi bagian dari budaya sehari-hari. Ginjal yang sehat adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Ke depan, NKF Indonesia berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi dan menggandeng berbagai pihak. Media, rumah sakit, dan komunitas akan menjadi mitra strategis dalam menyebarkan informasi yang benar. Masyarakat diharapkan tidak lagi abai terhadap kesehatan ginjal. Sebab, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama ketika ginjal sudah terlanjur rusak.
Pada akhirnya, kesehatan ginjal adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, organisasi kesehatan, penyedia layanan, dan masyarakat harus bergerak seiring. Dengan kesadaran yang tinggi dan informasi yang akurat, prevalensi penyakit ginjal yang diprediksi meningkat bisa ditekan. Mari mulai dari sekarang, kenali risikonya, jaga ginjalnya, dan hidup lebih sehat hingga usia tua.
Sumber: Liputan6 Kesehatan
Jangan sampai ketinggalan informasi penting seputar kesehatan dan isu terkini lainnya. Yuk, ikuti terus kanal resmi LapakStore88 supaya kamu selalu dapat update berita terbaru yang sayang untuk dilewatkan. Gabung sekarang dan jadilah yang pertama tahu!
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: kesehatan ginjal, penyakit ginjal, faktor risiko ginjal, NKF Indonesia, obat hipertensi, gagal ginjal, deteksi dini ginjal, pola hidup sehat
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368015/original/070405400_1791370485-WhatsApp_Image_2026-10-07_at_5.51.10_PM.jpeg)
0 Komentar