LokalStore88 Rabu,7 Oktober 2026.
Angka sepuluh ribu langkah sering kali dianggap sebagai tolok ukur keberhasilan gaya hidup aktif, namun apakah metrik tersebut benar-benar mencerminkan kualitas kesehatan Anda? Fakta menunjukkan bahwa sekadar menumpuk jumlah langkah dalam sehari tidak otomatis membuat seseorang tersibukkan oleh aktivitas berolahraga yang intens. Banyak orang merasa sudah cukup sehat hanya karena pedometer di ponsel mereka menunjukkan target tercapai, padahal ada nuansa biologis yang lebih kompleks di baliknya. Kesalahpahaman ini bisa jadi alasan mengapa sebagian orang merasa sudah rutin bergerak, tetapi tidak merasakan peningkatan kebugaran yang signifikan secara nyata.
Untuk memahami fenomena ini, kita perlu membedakan antara aktivitas fisik sehari-hari dan latihan fisik yang terstruktur. Para ahli sepakat bahwa melangkah dan olahraga memiliki definisi yang berbeda dalam konteks fisiologi tubuh. Aktivitas tanpa struktur ini secara medis dikenal dengan istilah Non-Exercise Activity Thermogenesis atau disingkat sebagai NEAT. Konsep ini mencakup semua gerakan tubuh yang dilakukan di luar sesi latihan formal, seperti saat Anda berjalan ke kantor atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Personal trainer Arinda Safari memberikan penjelasan mendasar mengenai perbedaan mendasar antara keduanya. Menurutnya, olahraga harus memiliki struktur yang jelas, termasuk adanya tujuan spesifik dan target otot yang ingin dilatih. Tanpa adanya kerangka latihan yang terarah, aktivitas fisik hanya menjadi gerakan mekanis tanpa manfaat maksimal bagi penyesuaian sistem tubuh. Oleh karena itu, mencapai ribuan langkah saja tidak cukup jika tidak ada komponen latihan yang menyasar kelompok otot tertentu secara sengaja.
Pengertian dan Cakupan NEAT
Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andhika Raspati, menekankan bahwa NEAT adalah bentuk aktivitas fisik yang tidak terstruktur dan berlangsung alami dalam kehidupan sehari-hari. Contoh konkretnya meliputi kegiatan menyapu lantai, mengepel, atau berjalan kaki untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain. Aktivitas-aktivitas ini memang membakar kalori dan menjaga tubuh tetap bergerak, tetapi ia tidak dirancang untuk memacu adaptasi fisik yang intensif seperti peningkatan kapasitas jantung atau kekuatan otot secara drastis.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368007/original/022643900_1791370003-personan_trainee.jpeg)
Perbedaan utama terletak pada intensitas dan tujuan dari gerakan tersebut. Latihan fisik atau exercise dilakukan dengan cara yang terarah, memiliki durasi tertentu, dan bertujuan mencapai hasil yang dapat diukur. Sementara itu, NEAT bersifat incidental atau insidental, yaitu gerakan yang dilakukan sebagai bagian dari rutinitas harian tanpa maksud khusus untuk meningkatkan kebugaran. Memahami perbedaan ini penting agar kita tidak merasa sudah berolahraga cukup hanya karena aktif bergerak sepanjang hari tanpa sesi latihan yang benar-benar melatih tubuh.
Tiga Pilar Latihan Fisik Terstruktur
Andhika membagi latihan fisik terstruktur ke dalam tiga kategori utama yang saling melengkapi untuk kebugaran menyeluruh. Kategori pertama adalah latihan kardio yang berfokus pada peningkatan fungsi jantung dan paru-paru. Latihan ini direkomendasikan dilakukan tiga hingga lima kali dalam seminggu dengan durasi sekitar dua puluh sampai enam puluh menit. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem kardiovaskular agar tubuh lebih efisien dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh sel.
Salah satu miskonsepsi umum tentang kardio adalah anggapan bahwa latihan ini harus dilakukan dengan cara berlari kencang atau aktivitas yang terasa sangat melelahkan. Dokter olahraga tersebut menegaskan bahwa kardio tidak selalu identik dengan gerakan yang ugal-ugalan atau intensitas tinggi. Banyak bentuk aktivitas, seperti bersepeda santai atau jalan cepat dengan ritme terkontrol, dapat memenuhi syarat sebagai latihan kardio yang efektif asalkan dilakukan secara konsisten dan dalam durasi yang cukup untuk menjaga detak jantung di zona yang ditargetkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368008/original/008485400_1791370004-dr_dhika.jpeg)
Kategori kedua adalah strengthening atau latihan kekuatan yang berfokus pada peningkatan daya dan ketahanan otot. Frekuensi ideal untuk latihan ini adalah dua hingga tiga kali seminggu, dengan melakukan delapan hingga dua belas repetisi per set selama dua hingga tiga set. Latihan ini sangat penting untuk mencegah atrofi otot, meningkatkan metabolisme basal, dan melindungi sendi dari cedera akibat beban aktivitas sehari-hari yang terus-menerus.
Banyak orang mengira bahwa latihan kekuatan hanya bisa dilakukan di gym dengan alat-alat berat yang mahal. Namun, Andhika menjelaskan bahwa lingkungan rumah juga sangat memadai untuk melakukan strengthening. Alat-alat sederhana seperti galon air minum dapat difungsikan sebagai beban pengganti beban besi di gym. Yang terpenting adalah menggerakan tubuh dengan teknik yang benar, meniru pola gerakan yang biasa dilakukan dengan mesin gym, sehingga otot-otot target dapat bekerja secara optimal dan seimbang.
Pentingnya Fleksibilitas dan Penutup
Terakhir, komponen fleksibilitas atau mobilitas seringkali diabaikan padahal krusial untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Latihan ini bertujuan membantu tubuh bergerak dengan lebih leluasa, mengurangi kekakuan sendi, dan mencegah cedera akibat otot yang tertarik. Rekomendasinya adalah melakukan peregangan sekitar sepuluh hingga tiga puluh detik, dengan frekuensi antara empat hingga tujuh kali seminggu untuk menjaga elastisitas jaringan ikat dan otot tetap terjaga dengan baik.
Kombinasi dari ketiga jenis latihan ini, yaitu kardio, kekuatan, dan fleksibilitas, akan menciptakan profil kebugaran yang jauh lebih lengkap dibandingkan hanya mengandalkan aktivitas harian yang tidak terstruktur. Dengan memahami bahwa 10.000 langkah adalah bagian dari NEAT dan bukan pengganti olahraga, kita dapat merancang rutinitas yang lebih efektif. Menambahkan sesi latihan terstruktur sesekali ke dalam jadwal harian akan memastikan tubuh mengalami adaptasi positif, baik dari sisi jantung, otot, maupun sendi, sehingga manfaat kesehatan yang didapat menjadi maksimal dan berkelanjutan.
Sumber: Liputan6 Kesehatan
Bagikan artikel ini ke teman yang sedang rajin beraktivitas! Jangan lupa terus pantau LapakStore88 untuk update berita kesehatan terbaru yang akurat dan bermanfaat bagi gaya hidup sehat Anda.
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: 10.000 langkah, NEAT, latihan fisik terstruktur, manfaat jalan kaki, olahraga di rumah, kardio, strengthening
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368007/original/022643900_1791370003-personan_trainee.jpeg)
0 Komentar