Begitu Trofi ASEAN Cup 2026 Bertengger, Joey Pelupessy Sigap Terbang ke Eropa dan Shayne Pattynama Pilih Ukir Kenangan

Begitu Trofi ASEAN Cup 2026 Bertengger, Joey Pelupessy Sigap Terbang ke Eropa dan Shayne Pattynama Pilih Ukir Kenangan

LokalStore88 Rabu,7 Oktober 2026.

Ketika rekan-rekannya masih larut dalam suasana kemenangan, satu pemain justru sedang mengejar jadwal penerbangan. Joey Pelupessy nyaris tak sempat duduk bersantai usai membantu Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, karena langkahnya segera diarahkan ke bandara untuk kembali terbang ke Eropa. Di sisi lain, ada Shayne Pattynama yang memilih merayakan momen itu dengan cara yang jauh lebih personal, yakni mengukir kenangan lewat tato baru. Dua respons yang kontras ini sekaligus memperlihatkan betapa beragamnya cara pesepakbola menyikapi sebuah gelar juara.

Gelar di pentas sepak bola Asia Tenggara memang punya bobot emosional yang besar, terutama bagi Indonesia. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi buah dari perjuangan skuad Garuda yang kerja kerasnya akhirnya terbayar. Tak heran jika euforia menguasai suporter, sebab gelar semacam ini tidak datang setiap musim. Momen seperti ini biasanya ditandai dengan perayaan panjang, curahan emosi di tengah lapangan, dan kebahagiaan yang berlanjut hingga larut malam. Namun bagi sebagian pemain, jam selebrasi itu harus segera dipangkas.

🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Joey Pelupessy menjadi sosok yang paling mencolok dalam hal ini. Sesampainya tugas bersama timnas usai, ia tidak berlama-lama menikmati atmosfer juara dan segera mengarahkan langkahnya ke bandara. Tujuannya satu dan jelas, yakni kembali ke Eropa untuk melanjutkan karier di klubnya. Keputusan berangkat secepat itu bukan tanpa alasan, melainkan konsekuensi dari tuntutan kalender yang tidak menunggu lama. Di dunia sepak bola profesional, momen pribadi memang sering harus digeser demi komitmen kerja yang sudah tercetak rapi di jadwal.

Kewajiban tersebut bermuara pada Lommel SK, klub yang membelanya di Belgia. Tim itu akan kembali bertanding di Liga Belgia pada hari Jumat ini, sehingga Joey dituntut hadir lebih dulu untuk menjalani rangkaian persiapan bersama rekan-rekan setimnya. Bagi seorang pemain, sesi latihan dan pemulihan pasca turnamen adalah bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas. Melewatkannya bukan cuma berisiko bagi performa pribadi, tetapi juga bisa merusak perencanaan sang pelatih. Karena itu, penerbangan panjang ke Eropa menjadi pilihan paling masuk akal, meski mungkin paling melelahkan.

Latar belakang Joey membuat dinamika semacam ini terasa akrab di telinga. Seperti sejumlah pemain keturunan lain yang kini memperkuat Indonesia, ia menjalani kariernya di Eropa sambil sesekali terbang beribu kilometer untuk membela Garuda. Pola keberangkatan ala Joey sejatinya sudah menjadi pemandangan lazim setiap kali jadwal timnas dan klub berdekatan. Suporter pun makin terbiasa melihat pemain favoritnya mendarat, bertanding, lalu kembali ke Eropa dalam hitungan hari. Di balik semua itu ada dedikasi yang sulit dibantah, karena dua benua dan dua kompetisi menuntut satu komitmen penuh.

Tato Baru, Kenangan yang Dibawa Seumur Hidup

Sementara Joey sibuk dengan agenda bandara, Shayne Pattynama memilih jalan yang berbeda. Ia langsung tergerak membuat tato baru setelah merasakan sendiri sensasi menjadi juara bersama Garuda. Bukan hadiah mewah dan bukan pesta meriah, melainkan tinta permanen yang akan melekat di tubuhnya untuk waktu yang sangat lama. Ide itu muncul begitu saja dan terasa spontan, seolah dorongan untuk mengabadikan momen yang tak tergantikan. Bagi Shayne, gelar ini jelas punya tempat istimewa sehingga layak dipersembahkan lewat cara tersendiri.

Kebiasaan bertato memang sudah lama menjadi bagian dari budaya pesepakbola dunia. Banyak pemain menjadikan tubuhnya sebagai kanvas yang merekam babak penting dalam hidup, mulai dari gol bersejarah, gelar juara, hingga peristiwa pribadi yang membekas. Tato dipilih karena sifatnya permanen, sebagaimana kenangan yang ingin dijaga tetap hidup. Tidak sedikit pula yang memakainya sebagai bentuk syukur sekaligus pengingat masa-masa terbaik dalam karier. Dalam konteks itulah keputusan Shayne terasa alami dan mudah dipahami siapa pun.

Yang membuat penasaran, sampai berita ini diturunkan, desain tato baru Shayne belum terungkap. Apakah bentuknya akan menyerupai trofi, mencantumkan nama turnamen, atau justru memakai simbol lain yang lebih abstrak? Suporter tentu menanti momen pembaruan dari sang pemain untuk melihat hasil akhirnya. Sorotan semacam ini wajar terjadi karena detail kecil dari pemain favorit selalu punya daya tarik tersendiri di mata publik. Jawabannya hanya bisa menyusul nanti, begitu Shayne siap memperlihatkannya.

Lebih dari Sekadar Trofi

Di balik cerita penerbangan dan tato, ada hal yang lebih besar, yaitu arti gelar itu bagi sepak bola Indonesia. Kemenangan di turnamen regional semacam ASEAN Cup memberi dorongan moral yang tidak kecil bagi timnas maupun suporternya. Kepercayaan diri skuad bisa naik, dan semangat di ruang ganti diharapkan terbawa menuju kompetisi-kompetisi selanjutnya. Bagi para pemain keturunan yang memilih membela Indonesia, gelar ini juga menjadi bukti nyata bahwa keputusan besar mereka tepat. Ikatan antara pemain dan suporter pun kian kuat.

Sudut pandang klub juga menarik untuk dicermati. Kehadiran gelar turnamen di daftar pencapaian pemain selalu menjadi nilai tambah bagi klub yang membelanya. Lommel SK kembali mendapat pemain yang datang dengan moral tinggi serta pengalaman bertanding di ajang penting. Kondisi semacam ini bisa menjadi modal berharga menjelang laga Liga Belgia pada hari Jumat nanti. Selanjutnya tinggal menunggu, apakah momentum juara itu mampu dialirkan menjadi penampilan gemilang di lapangan klub.

Bagi suporter, dua kisah ini memberi rasa berbeda dalam satu paket. Ada kekaguman melihat profesionalisme Joey yang tak berpangku tangan demi segera bergabung dengan Lommel SK. Ada pula rasa penasaran yang menghibur sambil menanti wujud tato baru Shayne. Keduanya menunjukkan bahwa momen juara boleh dirayakan dengan cara yang tak harus seragam. Yang pasti, gelar itu sudah membekas, baik di rekaman pertandingan maupun, kelak, di kulit salah satu pemainnya.

Ke depan, kalender akan tetap padat bagi para pemain yang bermain di Eropa. Kompetisi klub di Belgia segera menggulir kembali, sementara agenda bersama timnas di kemudian hari pasti menanti. Ritme terbang panjang seperti yang dilakukan Joey berpotensi terulang di lain kesempatan. Di sisi lain, Shayne kini punya cerita baru untuk diperlihatkan setiap kali tato itu terlihat. Dari satu gelar, lahir banyak kisah yang bisa menghidupkan semangat suporter cukup lama ke depan.

Menanti Kabar Selanjutnya

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya resmi tersimpan di lemari prestasi Timnas Indonesia. Joey Pelupessy memilih menutup babak selebrasi dengan cepat karena panggung Liga Belgia sudah menunggunya pada hari Jumat bersama Lommel SK. Shayne Pattynama justru memperpanjang momen itu lewat rencana tato baru yang bentuknya masih menjadi teka-teki. Kedua pilihan itu sama-sama sah dan sama-sama menarik untuk diikuti. Kini tinggal dua hal yang dinantikan suporter, yaitu laga-laga Joey di Belgia dan penampakan tato kenangan milik Shayne.

Sumber: Liputan6 Bola

Momen juara memang selalu punya cerita menarik di baliknya, dan kisah para pemainnya tak pernah berhenti di lapangan hijau. Yuk terus ikuti update berita olahraga dan kabar terbaru lainnya dari LapakStore88, biar kamu selalu jadi yang pertama tahu — termasuk penampakan tato baru Shayne Pattynama!

📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Timnas Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026, Joey Pelupessy, Shayne Pattynama, Lommel SK, Liga Belgia, pemain keturunan, tato pemain sepak bola

#LapakStore88

Posting Komentar

0 Komentar