Pemilik Xpeng GX Ubah Tampilan Supaya Lebih Mirip Range Rover, Fenomena Modifikasi di Indonesia

Pemilik Xpeng GX Ubah Tampilan Supaya Lebih Mirip Range Rover, Fenomena Modifikasi di Indonesia

LokalStore88 Rabu,16 September 2026.

Ketika mobil listrik asal Tiongkok Xpeng GX meluncur di pasar Indonesia, tak sedikit mata yang tertuju pada siluetnya yang mengingatkan pada SUV ikonik asal Inggris. Keinginan para pemilik untuk menambah kesan mewah mendorong mereka melakukan modifikasi ekstrem, menjadikan topik ini perbincangan hangat di kalangan penggemar otomotif.

Latar Belakang Xpeng GX

Xpeng GX pertama kali diperkenalkan sebagai kendaraan listrik premium dengan desain futuristik, namun secara tidak sengaja menyerupai bentuk luar Range Rover. Persamaan tersebut muncul dari garis bodi yang lebar, grille vertikal, dan lampu depan yang tegas, menimbulkan perbandingan alami di media sosial.

🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Sejak hadir, GX mendapat sambutan positif karena jangkauan baterai yang kompetitif dan interior berteknologi tinggi. Namun, bagi sebagian konsumen yang mengidolakan estetika mobil barat, tampilan asli terasa kurang “prestisius”.

Keinginan untuk meniru kemewahan British SUV memicu munculnya komunitas modder yang berbagi tutorial serta sumber suku cadang. Mereka menargetkan perubahan visual yang paling menonjol tanpa mengorbankan fungsi utama kendaraan listrik.

Modifikasi yang Dilakukan Pemilik

Modifikasi eksterior paling umum meliputi pemasangan bumper depan dan belakang bergaya off‑road, serta penambahan pelindung bodi berwarna hitam mengkilap. Beberapa pemilik juga mengganti velg standar dengan roda alloy berdiameter lebih besar, menyerupai yang dipakai Range Rover.

Di dalam kabin, penambahan trim kayu, panel pintu bertekstur kulit, serta lampu ambient berwarna biru menjadi pilihan populer. Sistem infotainment tetap dipertahankan, namun tampilan antarmuka sering disesuaikan agar lebih “sporty”.

Untuk menyeimbangkan berat tambahan, sebagian pemilik menyesuaikan suspensi dengan peredam yang lebih keras dan menurunkan tinggi kendaraan. Penyesuaian ini tidak hanya memperkuat kesan off‑road tetapi juga menjaga kestabilan saat melaju di jalan perkotaan.

Biaya total modifikasi bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada kualitas komponen dan tingkat personalisasi. Banyak pemilik menganggap investasi ini sepadan dengan nilai estetika yang mereka peroleh.

Di sisi lain, perubahan visual tersebut memengaruhi persepsi publik terhadap merek Xpeng. Beberapa orang menilai bahwa upaya meniru desain mewah menambah daya tarik, sementara yang lain mengkritik kurangnya orisinalitas.

Pasar otomotif Indonesia menanggapi fenomena ini dengan campuran rasa penasaran dan skeptisisme. Dealer resmi Xpeng melaporkan peningkatan minat pada model GX, namun juga mencatat pertanyaan tentang garansi setelah modifikasi.

Dampak dan Respons Pasar

Komunitas penggemar mobil listrik menyambut baik kreativitas pemilik, menganggapnya sebagai bentuk ekspresi pribadi dalam era kendaraan ramah lingkungan. Forum daring dipenuhi foto-foto sebelum‑sesudah yang menarik banyak likes.

Pihak dealer secara umum menyarankan agar pemilik menghubungi bengkel resmi sebelum melakukan perubahan besar, guna menghindari masalah teknis. Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas sistem kelistrikan yang sensitif.

Regulator transportasi Indonesia belum secara khusus mengatur modifikasi pada kendaraan listrik, namun persyaratan standar keselamatan tetap berlaku. Setiap perubahan harus melalui inspeksi ulang agar tidak melanggar peraturan lalu lintas.

Beberapa ahli mengingatkan bahwa modifikasi eksterior dapat memengaruhi aerodinamika, yang pada gilirannya dapat menurunkan efisiensi energi. Oleh karena itu, pemilik disarankan melakukan uji coba jarak tempuh setelah instalasi.

Fenomena ini mencerminkan tren global di mana mobil listrik asal Asia sering meniru desain barat untuk menarik konsumen yang menginginkan status simbol. Hal ini menambah dinamika persaingan di segmen SUV premium.

Produsen mobil lokal melihat peluang untuk menawarkan paket kustomisasi resmi, menjawab kebutuhan pasar yang semakin mengutamakan personalisasi. Ini dapat membuka sumber pendapatan baru bagi dealer.

Konsumen yang menilai modifikasi sebagai investasi estetika melaporkan kepuasan tinggi, meski ada yang menyesali peningkatan biaya perawatan. Secara umum, respons publik tetap positif asalkan kualitas tetap terjaga.

Prospek Kedepan

Ke depan, Xpeng berpotensi meluncurkan varian GX dengan paket styling yang lebih mendekati Range Rover, mengurangi kebutuhan modifikasi eksternal. Langkah tersebut dapat memperkuat posisi merek di pasar SUV mewah.

Sementara itu, regulasi mengenai modifikasi kendaraan listrik mungkin akan diperketat, memaksa pemilik untuk lebih selektif dalam memilih komponen. Hal ini dapat menstimulasi kolaborasi antara produsen dan penyedia aftermarket.

Dengan terus berkembangnya ekosistem mobil listrik di Indonesia, tren personalisasi seperti ini diperkirakan akan tetap hidup, memberikan warna baru bagi industri otomotif yang sedang bertransformasi.

Sumber: Liputan6 Otomotif

📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Xpeng GX, Range Rover, modifikasi SUV, mobil listrik China, otomotif Indonesia, SUV mewah, trend modifikasi

#LapakStore88

Posting Komentar

0 Komentar